Uni Eropa Disebut Akan Ubah Rencana Embargo Minyak Rusia, Kenapa?

Aditya Pratama
Komisi Eropa telah mengusulkan perubahan pada rencana embargo minyak Rusia untuk mengakomodasi negara-negara yang enggan melakukan hal tersebut. (Foto: Ilustrasi/Reuters)

Di bawah proposal asli, sebagian besar negara Uni Eropa harus berhenti membeli minyak mentah Rusia enam bulan setelah penerapan langkah-langkah tersebut, dan menghentikan impor produk minyak sulingan dari Rusia pada akhir tahun. Hungaria dan Slovakia awalnya diberikan waktu hingga akhir 2023 untuk beradaptasi.

Bulgaria juga telah meminta pengecualian, tetapi tidak ditawari konsesi pada tenggat waktu karena mereka tidak memiliki poin nyata. Sementara itu, tiga negara lain yang diberi lebih banyak kelonggaran memiliki masalah objektif.

Salah satu sumber mengatakan bahwa tenggat waktu yang diperpanjang dihitung pada kemungkinan waktu konstruksi untuk peningkatan pipa. Pejabat itu mengatakan Hungaria dan Slovakia hanya menyumbang 6 persen dari impor minyak Uni Eropa dari Rusia, dan pengecualian itu tidak akan mengubah dampak larangan terhadap ekonomi Rusia.

Para diplomat menyebut, pembicaraan itu rumit dan tidak jelas apakah proposal baru itu akan mendapat dukungan dari 27 negara Uni Eropa, yang diperlukan agar embargo minyak bisa berlaku.

Diplomat top Uni Eropa Josep Borrell mengatakan pada hari Jumat bahwa dia akan mengadakan pertemuan luar biasa para menteri luar negeri minggu depan jika tidak ada kesepakatan yang dicapai pada akhir pekan.

Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, mengatakan sebelumnya bahwa Hungaria akan membutuhkan lima tahun dan investasi besar dalam kilang dan pipa untuk mengubah sistem saat ini yang mendapat sekitar 65 persen minyaknya dari Rusia.

Usulan perpanjangan periode untuk memperkenalkan larangan pengiriman bagi perusahaan Uni Eropa untuk mengangkut minyak Rusia ke seluruh dunia dimaksudkan untuk mengatasi kekhawatiran yang diangkat oleh Yunani, Malta dan Siprus tentang dampak tindakan tersebut pada perusahaan pelayaran mereka.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

57 tahun lalu

Ngamuk! Rusia Bombardir Kiev Ukraina, Hancurkan Gedung Apartemen 24 Lantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal