Ditambah, konsumen dari berbagai negara di Asia Tenggara yang belum melakukan transaksi dagang di Pasar Tanah Abang, khususnya Malaysia. Hal ini disebabkan kondisi di negara-negara tersebut belum stabil akibat terimbas pandemi COVID-19 dan adanya pembatasan pintu internasional.
“Retailer yang bertransaksi di Tanah Abang masih jauh dari kondisi normal (dibanding sebelum pandemi),” ucap Heri.
Jika melihat kondisi terkini, pedagang yang telah beroperasi di Pasar Tanah Abang Blok A telah mencapai 80 persen dengan estimasi rata-rata 7.000 sampai dengan 9.000 pengunjung per hari.
Mengenai implementasi protokol kesehatan (prokes), dikatakan aturan ini berjalan lancar tanpa kendala. Heri mengemukakan, pihaknya menciptakan tim pengamanan yang selalu berkeliling memantau prokes ke dalam gedung Pasar Tanah Abang.
Adapun pengawasan prokes yang paling utama, lanjutnya, ialah penggunaan masker saat berada di dalam gedung.