Tersandung Skandal di Nissan, Carlos Ghosn Curhat Menyesal Tolak Tawaran Jadi Bos GM

Rahmat Fiansyah
Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn. (Foto: AFP)

Pernyataan Ghosn membantah tudingan media Jepang yang menyebutnya sebagai "diktator bertangan dingin dan rakus". Gambaran tentang dirinya itu, menurut Ghosn, tidak adil. Kalau dirinya rakus, tentu memilih untuk bergabung dengan GM.

"Yang berbicara saat ini bukan orang yang rakus. Orang rakus akan bilang, 'Maaf, ini adalah bisnis, saya akan memenuhi kepentingan saya sendiri.' Tawaran (GM) sangat menarik, tapi kapten tidak akan pernah meninggalkan kapalnya saat dibutuhkan," tuturnya.

Ghosn sedang menanti proses persidangan di Jepang sejak November 2018 atas tuduhan rekayasa keuangan dan penyalahgunaan sumber daya perusahaan untuk keuntungan pribadi. Dia menyebut, upayanya kabur dari Jepang ke Lebanon baru-baru ini sebagai bentuk "pelarian dari ketidakadilan".

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Buntut Perang Lawan Iran, AS Minta Produsen Mobil Ikut Bikin Rudal

57 tahun lalu

Amunisi Menipis gegara Perang Iran, AS Gandeng Produsen Mobil GM dan Ford Produksi Senjata

57 tahun lalu

Nissan Serena C28 e-Power Debut di IIMS 2026, Ini Keunggulannya!

57 tahun lalu

Mitsubishi Produksi 2 Mobil Nissan Rogue Plug-in Hybrid dan Navara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal