Terancam Diblokir di AS, TikTok Dikabarkan Akan Diakuisisi Microsoft

Rahmat Fiansyah
Microsoft. (Foto: Ist)

Jejak TikTok di Negeri Paman Sam sebenarnya sudah cukup lama. Pada 2017, ByteDance membeli Musical.ly dan menggabungkannya dengan TikTok. Gabungan keduanya membuat media sosial itu booming. Situasi ini membuat pejabat di negara tersebut khawatir dengan potensi China akan memanfaatkan aplikasi itu untuk menambang data pribadi warga AS.

Microsoft sebenarnya bukan satu-satunya yang dikabarkan tertarik mengakuisisi TikTok. Sejumlah kompetitor seperti Facebook, Apple, Amazon, dan Google juga tertarik meski ada hambatan dari sisi regulasi.

Sementara Microsoft dalam beberapa tahun terakhir cukup gencar berinvestasi di bisnis media sosial. Pada 2016, perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen itu membeli platform pencari kerja, LinkedIn.

Juru bicara TikTok, Jamie Favazza enggan mengomentari spekulasi soal kabar Microsoft. Perusahaan asal China itu menekankan platform itu tidak menyuplai data kepada Beijing meski kantor pusat ByteDance ada di sana.

"Jutaan keluarga Amerika menggunakan TikTok sebagai hiburan dan sarana untuk berkreativitas," katanya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Murka! Dewi Perssik Siap Polisikan Netizen TikTok Penyebar Hoaks Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Akun Orang Dewasa Ikut Terblokir, TikTok Akui Terjadi Kesalahan Identifikasi

57 tahun lalu

TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak di Indonesia

57 tahun lalu

Patuhi PP Tunas, TikTok Hapus 780.000 Akun Anak di Bawah Umur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal