Tekan Korupsi, ASDP Terapkan Pembayaran Nontunai di Empat Pelabuhan Utama

Aditya Pratama
Kapal penyeberangan bersandar di Pelabuhan Bakaheuni Lampung. (Foto: iNews/Heri Fulistiawan).

"Contoh yang klasik, kami ada 12 golongan kendaraan harganya beda-beda, kalau orang masuk loket golongannya misalnya harganya Rp2 juta terus tadi ada yang tadi mengamankan truk ada petugas loket bilang gini 'eh jangan yang tarif Rp2 juta dong, turunin aja Rp1,7 juta aja,' itu kemarin-kemarin terjadi," tuturnya.

Menurut Ira, sistem manual memungkinkan adanya petruk sehingga pendapatan ASDP tergerus. Oleh karena itu, dia telah memulai pembayaran nontunai sejak 15 Agustus 2018.

Dia menyebut, pendapatan ASDP pada momen Lebaran atau Tahun baru bisa mencapai Rp5-Rp8 miliar per hari. Angka sebesar itu, menurut dia, rawan bocor jika menggunakan sistem manual.

"Jadi, kalau Lebaran teman-teman bisa bayangin selama satu hari di loket pelabuhan ada uang cash beredar antara Rp5-8 miliar dalam satu hari, ini bukan bank loh, kalau bank segitu normal. Ini di pelabuhan, sistemnya belum digital masih sangat manual dan pakai orang bank. Kebayang tidak dampak bocornya bagaimana," tutur Ira.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Pemerintah bakal Bangun 800 Hunian untuk Warga Bantaran Rel di Senen dan Tanah Abang

Nasional
12 hari lalu

ASDP Terapkan Sistem Filtering Kendaraan di Bakauheni saat Arus Balik Lebaran 2026

Nasional
18 hari lalu

Atasi Antrean Kendaraan di Pelabuhan Merak, ASDP Terapkan Sistem Tiba Bongkar Berangkat

Nasional
21 hari lalu

Hashim Ingatkan Tanah BUMN Milik Rakyat, Tak Boleh Dijual Sembarangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal