Tanggapi Isu Mi Instan, Kementan Ajak Masyarakat untuk Waspada

Jeanny Aipassa
Ilustrasi mi instan. (Foto: dok iNews)

Salah satu komoditas dibatasi adalah gandum. Sejumlah negara penghasil gandum, seperti Rusia, India, Serbia, Mesir, Afghanistan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Kosovo, mengeluarkan kebijakan retriksi. Langkah ini diambil untuk tetap menjaga stabilitas pangan di negara mereka masing-masing. 

“Perang Rusia - Ukraina juga sangat memengaruhi pasokan gandum untuk kebutuhan global. Menurut laporan FAO, sekitar 50 negara menggantungkan sekitar 30 persen impor gandumnya dari Rusia dan Ukraina,” kata Kuntoro.

Kondisi ini turut mendapat perhatian besar dari pemerintah. Meski gandum bukan komoditas pangan utama, tapi kebutuhan gandum di Indonesia sangat tinggi. Padahal gandum bukan produk asli Indonesia dan sulit untuk dibudidayakan. Sehingga kebutuhan gandum masih dipasok oleh impor. 

Perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung usai bisa mempengaruhi pasar gandum Indonesia, karena total produk pangan yang diimpor dari kedua negara (Rusia dan Ukraina) pada 2021 sebesar 956 juta dolar AS, di mana 98 persen di antaranya adalah gandum. 

Indonesia merupakan negara kedua dengan nilai impor gandum tertinggi di dunia, mengingat gandum sulit ditanam. Total nilai impornya 2,6 miliar dolar AS (5,4 persen dari total impor gandum dunia) pada 2020.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar

57 tahun lalu

Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukupi Kebutuhan Nasional, Surplus 800.000 Ekor

57 tahun lalu

Pemerintah Naikkan Harga Ayam Hidup jadi Rp19.500 per Kg

57 tahun lalu

Kementan Jamin Persediaan Hewan Kurban Aman Jelang Iduladha 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal