Startup Indonesia Tak Luput dari Imbas Resesi Global, Bagaimana Menyelamatkan Diri?

Suparjo Ramalan
Founding Partner AC Ventures, Pandu Sjahrir. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Dinamika perekonomian dunia yang semakin menimbulkan ketidakpastian, telah memicu resesi di banyak negara. Hal itu juga berimbas pada bisnis perusahaan rintisan (startup).

Founding Partner AC Ventures, Pandu Sjahrir, mengatakan sejumlah startup dunia sudah terdampak resesi global. Di Amerika Serikat (AS), valuasi perusahaan di bursa saham turun 30 hingga 80 persen sejak awal tahun. 

Menurut dia, Kondisi di Indonesia tidak jauh berbeda. Startup Indonesia tak luput dari imbas resesi global, walaupun implied growth dari perusahaan masih baik.

"Contoh dua tahun terakhir revenue masih naik dua kali lipat, tapi ekspektasi market sudah banyak berubah. Apalagi dengan kenaikan suku bunga. Menurut saya sudah kelihatan beberapa kali seri C atau D perusahaan-perusahaan sudah turun 20 hingga 30 persen," kata Pandu dalam keterangan tertulis, Rabu (10/8/2022).

Dia mengungkapkan, tahun 2020 memang menjadi tahun emas bagi startup karena pandemi dan masyarakat banyak bergantung pada teknologi. Namun tahun emas itu tidak berlangsung lama karena krisis ekonomi yang turut menggoyahkan startup. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Eropa yang Pajaki Raksasa Teknologi AS

57 tahun lalu

Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor untuk Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti

57 tahun lalu

AI Makin Marak di Industri Musik, Menekraf Tegaskan Teknologi Tak Boleh Gantikan Musisi

57 tahun lalu

Google Earth Hadirkan Fitur Flight Simulator, Keliling Dunia Virtual Gratis!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal