Sri Mulyani Sebut Inflasi yang Terlalu Rendah Jadi Penanda Ekonomi Melemah

Rina Anggraeni
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Ant)

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pada kuartal II-2020, konsumsi pemerintah juga anjlok 6,9 persen. Atas dasar itulah, belanja negara terus didorong, terutama lewat program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Dengan alokasi mencapai Rp695,2 triliun, anggaran PEN terealisasi Rp344,43 triliun atau 49,5 persen. Hal ini akan terus didorong sehingga permintaan naik.

"Pelaksanaan program PEN yang sangat menentukan tidak hanya sisi daya beli masyarakat yang pada akhirnya diterjemahkan dalam bentuk konsumsi. Namun juga dari sisi ekonomi dunia usaha, yaitu dari sisi investasi," kata dia.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Desa BRILiaN Ketapanrame, Wujud Nyata Pemberdayaan Desa Berkelanjutan

57 tahun lalu

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

57 tahun lalu

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga BBM hingga Tiket Pesawat jadi Biang Kerok

57 tahun lalu

Prabowo: Mari Kita Jujur, Apa Pertumbuhan Ekonomi Sudah Merata dan Adil?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal