Sosok Orang Tionghoa di Balik Kemunculan Bakpia Yogyakarta

Ikhsan Permana SP
Bakpia merupakan oleh-oleh ikonik khas Yogyakarta. Bakpia terbentuk dari pengaruh akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa. (Foto: Istimewa)

Hasil adaptasi cita rasa bakpia yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Yogyakarta mulai digemari banyak orang dan berhasil diterima oleh semua lapisan masyarakat. 

Pada tahun 1980-an, bakpia semakin populer dan mulai muncul produsen-produsen rumahan bakpia di kawasan Pathuk. 

Para penjual membuka toko di rumah masing-masing dalam memasarkan bakpia buatannya. Bakpia dikemas menggunakan kardus atau kertas karton. Bakpia tersebut kemudian dikenal dengan nama Bakpia Pathuk.

Seiring dengan perkembangan zaman, Bakpia Pathuk sekarang tidak melulu berisi kacang hijau. Namun memiliki keunikan lain yaitu mempunyai isian beragam seperit kumbu hitam, coklat, keju, nanas, duren, coklat kacang dan berbagai macam rasa lainnya. Bahkan, sekarang muncul banyak modifikasi rasa baru seperti cappucino, bakpia ubi ungu, dan bakpia kimpul.

Masih dari sumber yang sama, pada awalnya produsen Bakpia Pathuk memberi merek bakpianya menggunakan nomor rumah di mana mereka membuka usaha.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Yogyakarta jadi Destinasi Favorit Penumpang Kereta saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

57 tahun lalu

Ortu Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Luapkan Amarah: Anak Saya Luka di Punggung-Bibir!

57 tahun lalu

DPR Minta Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogya Diusut Tuntas: Tindak Tegas!

57 tahun lalu

Geger! Daycare Little Aresha Jogja Digerebek Polisi, Anak-Anak Diduga Diperlakukan Tak Layak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal