Rusia Ngaku Ekonominya Kena Pukulan Serius, Ini Penyebabnya

Aditya Pratama
Rusia mengaku perekonomiannya saat ini terkena pukulan serius yang diakibatkan isolasi negara yang semakin meningkat dan menambah tekanan pada sistem keuangan. (Foto: Reuters)

Selain itu, Pasar saham Rusia ditutup sejak Senin dan belum dibuka kembali sejak itu. Kemudian, bank sentral mengatakan akan tetap tutup pada hari Rabu. 

Pemerintah juga telah memerintahkan eksportir untuk menukar 80 persen dari pendapatan mata uang asing mereka dengan rubel, dan melarang penduduk Rusia melakukan transfer bank di luar negeri.

Pemerintah Rusia menyampaikan bahwa Putin sedang mengerjakan sebuah dekrit yang akan mencegah perusahaan asing keluar dari aset Rusia. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah eksodus yang semakin meningkat minggu ini. 

Putin juga menandatangani dekrit yang melarang orang mengambil lebih dari 10.000 dolar AS atau setara dalam mata uang asing dari negara itu menurut kantor berita negara TASS dan RIA.

Bank sentral melangkah lebih jauh dalam upayanya untuk menghentikan aliran uang ke luar negeri dengan menangguhkan transfer ke luar negeri dari rekening yang dimiliki oleh entitas perusahaan non-residen dan individu dari sejumlah negara. Pembatasan tidak berlaku untuk warga negara Rusia.

"Kondisi dalam sistem keuangan Rusia dan ekonomi yang lebih luas kemungkinan akan memburuk lebih lanjut di hari-hari dan minggu-minggu mendatang karena sanksi yang telah diumumkan mengambil korban mereka dan sanksi di masa depan menambah kejutan negatif yang berkelanjutan. Untuk masa mendatang, Rusia akan tetap terisolasi dari dunia barat dan pasar global utama," tulis ekonom senior Berenberg Kallum Pickering dalam sebuah catatan penelitian.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
9 jam lalu

Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!

4 hari lalu

Drone Ukraina Hantam Sejumlah Wilayah di Rusia Termasuk Dekat Moskow, 8 Orang Tewas

5 hari lalu

Rusia Hancurkan Kapal Kargo Bawa Senjata untuk Ukrina di Pulau Ular Laut Hitam

5 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal