Pembangunannya IKN bakal membuat Samarinda menjadi mercusuar untuk penambangan batubara berkelanjutan, dan basis manufaktur baru untuk energi terbarukan. Balikpapan akan menjadi semacam otot sebagai simpul hilir migas dan logistik untuk Kalimantan Timur.
Sehingga nantinya Balikpapan diharapkan mampu menjadi basis hilirisasi industri pengolahan minyak dan gas menjadi petrokimia serta menjadi pelabuhan utama untuk provinsi dan wilayah. Kemudian IKN sendiri nantinya akan menjadi semacam pusat inti saraf yang di dalamnya terdiri atas pusat layanan pemerintah dan masyarakat, pusat inovasi dan pusat bakat, industri bersih dan berteknologi tinggi, serta basis untuk pariwisata di wilayah tersebut.
"Kita pingin membuat satu multiplayer effect, kepada Kalimantan Timur khususnya dan kota-kota di sekitar IKN itu nanti 2 kali lipat PDB-nya dari sekarang," ucap Bambang.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PPN/Kepala Bapenas periode 2016-2019, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan bahwa cita-cita pembangunan IKN adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata diseluruh Indonesia, terutama pengembangan ekonomi untuk wilayah Indonesia Timur.
Bambang menjelaskan saat ini perekonomian nasional masih ditopoang dari Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali. Pulau Jawa berkontribusi 57 persen, Sumatera 22 persen dan sisanya Pulau Bali. Ketiga kota tersebut menyumbang 80 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sedangkan untuk wilayah Indonesia Timur sendiri hanya berkontribusi 20 persen.