“Ketimpangan telah mencapai tingkat yang tidak senonoh, dan sampai sekarang pemerintah gagal melindungi orang dan planet dari dampak bencana. Satu persen orang terkaya di dunia terus mengisi kantong mereka, sementara sisanya harus berjuang keras mencari remah-remah, ucap Lawson dikutip, Sabtu (27/7/2024).
Adapun, Oxfam secara rutin menerbitkan laporan yang menyoroti ketimpangan global dan mendorong perubahan untuk mulai menyamakan kedudukan.
Analisis terbaru muncul saat kelompok advokasi tersebut, bersama dengan sejumlah mitra, menyerukan para pemimpin G20 untuk menaikkan pajak bagi orang-orang superkaya.
Melalui Presidensi G20 2024, Pemerintah Brasil mengungkapkan sebuah studi tentang kenaikan pajak bagi orang-orang kaya. Laporan yang disiapkan oleh ekonom Prancis dan pakar ketimpangan Gabriel Zucman tersebut menemukan bahwa pajak minimum 2 persen atas kekayaan miliarder global akan menghasilkan antara 200 miliar hingga 250 miliar dolar AS dari sekitar 3.000 pembayar pajak setiap tahunnya.
Menurut Observatorium Pajak Uni Eropa, yang dijalankan oleh Zucman, orang-orang superkaya di negara-negara besar membayar pajak dalam porsi yang jauh lebih kecil dari pendapatan mereka dibandingkan orang-orang biasa. Selain itu, kekayaan mereka dikenakan pajak dengan tarif efektif hanya 0-0,5 persen.