JAKARTA, iNews.id – Olahan kacang berlapis cokelat menjadi titik balik kehidupan Salmi. Di tengah ketidakpastian setelah kehilangan pekerjaan, dia membangun usaha dari resep keluarga yang selama ini hanya muncul setahun sekali saat Lebaran.
Produk itu kini dikenal dengan nama Cangcomak, singkatan dari Kacang Cokelat Emak. Berawal dari dapur rumah pada 2020, usaha tersebut perlahan berkembang menjadi bisnis makanan ringan dengan omzet puluhan juta rupiah per tahun.
Perjalanan itu tidak dilewati sendirian. Berbagai pelatihan, pendampingan, hingga kesempatan promosi yang diperoleh melalui Rumah BUMN BRI menjadi bekal penting bagi Salmi untuk terus mengembangkan usahanya.
Sebelum menjadi pelaku UMKM, Salmi bekerja di salah satu perusahaan swasta. Namun, perusahaan tempatnya bekerja bangkrut pada 2018 sehingga dia harus menganggur.
Saat itu, dia mulai memikirkan usaha yang bisa dijalankan sendiri.
"Dulu saya kerja kantoran yang istilah orang bilang budak corporate ya. Tahun 2018 kantornya bangkrut, 2019 nganggur. Terus ya sudah pengin punya usaha aja," kata Salmi saat ditemui iNews.id di rumahnya, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (23/6/2026).