Raksasa Properti China Tak Mampu Bayar Utang, Terancam Kolaps

Jeanny Aipassa
Kantor Country Garden, di Shanghai, China, Kamis (9/8/2023). (Foto: Reuters)

Kontrak penjualan Country Garden turun 30 persen menjadi 128,8 miliar yuan dalam enam bulan pertama tahun ini, di tengah percepatan penurunan di sektor properti yang lebih luas.

Moody's menurunkan peringkat perusahaan menjadi "B1" minggu lalu, menyoroti akses pendanaan yang masih terbatas dan utang jatuh tempo yang cukup besar selama 12-18 bulan ke depan.

Pada September 2023, Country Garden memiliki obligasi 5,8 miliar yuan yang akan jatuh tempo dan kupon 48 juta yuan yang jatuh tempo, serta menempatkan opsi pada kertas 3,4 miliar yuan lebih lanjut.

Di luar negeri, obligasi konversi Country Garden senilai HK$3 miliar atau 384,2 juta dolar AS jatuh tempo pada bulan Desember 2023, dan obligasi senilai 1 miliar dolar AS pada bulan Januari 2024.

Haal itu, menjadi peringatan bahwa perseroan kemungkinan akan membukukan kerugian bersih yang tidak diaudit untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2023, dibandingkan dengan laba bersih 1.910 juta yuan setahun sebelumnya.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
20 jam lalu

Bangun Kampung Haji, Menag: RI jadi Negara Pertama yang Beli Properti di Mekkah dan Madinah

Niaga
21 hari lalu

Penjualan Mobil Anjlok, Mercedes-Benz Beralih Bangun Properti Mewah di Dubai

Nasional
3 bulan lalu

Pendiri Alam Sutera The Ning King Meninggal Dunia di Usia 94 Tahun

Bisnis
10 bulan lalu

Sosok Pengemis Terkaya di Dunia, Hartanya Sentuh Rp13 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal