Menurut Bariyah, perubahan kebiasaan pelanggan terasa cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dulu sebagian besar pembeli masih menggunakan uang tunai, kini pembayaran digital justru lebih sering dipakai pelanggan yang datang makan di tempat.
Depot Mirah Bulungan melayani sekitar 700 hingga 1.000 porsi makanan setiap hari. Menu yang dijual beragam, mulai dari ayam goreng, ayam pecel, telur balado, hingga lauk rumahan lainnya.
Ramainya pelanggan membuat kecepatan transaksi menjadi penting agar antrean tidak menumpuk terlalu panjang. Bariyah menilai QRIS membantu proses pembayaran menjadi lebih ringkas.
Selain praktis, dia juga mengaku tidak dikenakan potongan biaya tambahan untuk transaksi tertentu melalui QRIS BRI.
“Gak ada potongan,” katanya.
Meski tergolong inovatif, Bariyah mengakui acap kali mengalami kendala teknis dengan QRIS BRI. Namun, dia mengapresiasi kesigapan Tim BRI yang turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.