"Kemungkinan besar. Kami perlu berkonsultasi dengan rekan-rekan kami, keputusan kami dibuat berdasarkan konsensus. Hari ini sepertinya kami akan melanjutkan kerja sama kami,” tuturnya.
Pernyataan tersebut merupakan sinyal terkuat dari Putin hingga saat ini bahwa pengurangan pasokan OPEC+ akan bertahan hingga tahun 2024 dan mungkin setelahnya, sebuah langkah yang hampir pasti akan mendukung harga minyak, dan merupakan sebuah keuntungan bagi Kremlin.
Arab Saudi dan Rusia, dua eksportir minyak terbesar dunia, pada hari Rabu membahas situasi pasar dan harga minyak di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hamas.
OPEC didirikan pada tahun 1960 oleh Irak, Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Venezuela dan berkembang menjadi 13 anggota. Pada tahun 2016, OPEC menandatangani perjanjian dengan 10 produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, untuk membentuk OPEC+.
Rusia dan Saudi telah mengoordinasikan pengurangan pasokan, baik sebagai bagian dari OPEC+ maupun dengan perjanjian sampingan, untuk mendukung harga minyak dalam beberapa tahun terakhir.