PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi Sebelum Merger

Rohman Wibowo
Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad dalam acara Earnings Call tahun buku 2025. (Foto: Tangkapan Layar)

Upaya restrukturisasi ini juga menyasar bagaimana divestasi di PP Infrastruktur, dan juga anak usaha perseroan, PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

"Yang cukup menjadi exposure pada kinerja perusahaan adalah terkait asumsi expected credit loss atas piutang. Dalam hal ini, kami melakukan evaluasi yang cukup dalam detail untuk memastikan bahwa piutang-piutang yang memang masih cukup bermasalah atau punya indikasi kuat tidak bisa tertagih," ucapnya.

Selain itu, pembatalan pengerjaan proyek yang berasal dari sisi konsumen juga turut membebani keuangan korporasi. Novel menyoroti proyek yang berujung pembatalan pada garapan anak usaha PP Properti sehingga mengakibatkan peningkatan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Tak hanya itu, perjanjian berbasis kerjasama operasi dengan pihak terkait juga dievaluasi.  

"Berikutnya yang sangat vital juga, bagaimana kami melakukan streamlining di anak usaha dengan melakukan divestasi-divestasi yang saat ini sedang berjalan di antaranya adalah di BSI, menara BSI. Karena ini yang yang bisa menjadi buffer kita juga dalam proses berjalan menuju restrukturisasi," ujarnya. 

Terkait penguatan bisnis, Novel memastikan perseroan akan terlibat pada proyek-proyek, yang memang sesuai pekerjaan dan kapasitas PTPP, terutama proyek yang berdasarkan anggaran APBN dan proyek BUMN. Ditambah, proyek dari pihak swasta yang dipilih selektif berdasarkan manajemen risiko.

Dalam menopang penguatan bisnis, perseroan memperkuat manajemen resiko dan mekanisme Lean Construction untuk bisa meminimalkan biaya yang ada di dalam proyek sehingga bisa tertata dengan baik berbasis teknologi andal.

"Bagaimana kami memastikan bahwa proyek ini termonitor dengan baik, termanage risikonya dengan baik, sehingga kami bisa memastikan proyek-proyek ke depan kita ini tidak mengalami tekanan cash flow mulai dari proses pembayaran dan bagaimana pengelolaan kita yang akhirnya bisa menghasilkan profit," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan melalui Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

57 tahun lalu

Bos PTPP Ungkap Kabar Terbaru soal Merger BUMN Karya

57 tahun lalu

PTPP Rampungkan BTN Ecopark Gandul Tahap 1, Kawasan Human Development Berstandar Platinum

57 tahun lalu

AI Mulai Dimanfaatkan Ribuan UMKM Indonesia, Hasilnya Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal