Melansir Forbes, Low Tuck Kwong mendapatkan proyek perdananya pada tahun 1973 atau tepat saat dia berusia 25 tahun. Proyek tersebut adalah melakukan pekerjaan dasar untuk pabrik es krim di Ancol, Jakarta Utara.
Low menyebut bahwa pihaknya merupakan kontraktor pertama yang menggunakan palu diesel untuk pemancangan demi mempercepat pekerjaan.
Dia mengaku mendapat terobosan besar saat menjalankan tugasnya dan merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan Liem Sioe Liong, pendiri Grup Salim. Pasalnya, pertemuan tersebut membawa Low bekerja sama dengan Liem dan putra bungsunya, Anthoni Salim.
Selain bermitra dengan Grup Salim, Low juga menggandeng anak perusahaan Pembangunan Jaya, Jaya Steel untuk mendirikan Jaya Sumpiles Indonesia. Awalnya kepemilikan saham berimbang 50:50, namun Low mengakusisi semua saham perusahaan tersebut.
Pada 1987, Low memutuskan memasuki bisnis kontraktor batu bara, yang pada saat itu industrinya di Tanah Air sedang tumbuh. Jaya Sumpiles menggandeng beberapa penambang untuk melakukan pemindahan, penambangan, dan pengangkutan lapisan penutup.