"Kemudian disurvei dan dianalisa, kalau layak nanti diberikan. Proses pengajuan maksimum 2 hari dari pengajuan sampai pencairan. Minimal pengajuan Kupedes dari Rp500.000 sampai Rp500 juta," ujar Fuad beberapa waktu lalu.
Fuad menuturkan, total total debitur yang berada di wilayahnya mencapai 1.987. Hingga akhir Februari 2024, total penyaluran kredit yang telah dilakukan mencapai Rp79,16 juta. Adapun, terdapat tiga klaster usaha yang berada di wilayahnya.
"Kalau klaster (usaha) di Cipayung cuma tiga, pertama klaster tahu, klaster tempe, dan klaster baso aci. Yang terbesar klaster tahu," katanya.
Salah satu Perajin Tahu di Cipayung, Jakarta Timur, Osid Rosid menyampaikan pengalamannya mengajukan pembiayaan melalui Kupedes BRI. Dia bercerita, pencairan awal untuk memulai usaha dilakukan pada tahun 1995 sebesar Rp4 juta saat memulai usaha produksi tahu di Duren Tiga pada 1995.
Nominal kredit untuk modal usaha terus meningkat, mulai dari Rp7 juta, Rp17 juta, Rp60 juta, Rp100 juta, Rp150 juta, hingga saat ini mencapai Rp280 juta.