Praktisi Sebut Skema Continuous Auction Dukung Wujudkan Price Discovery Saham daripada FCA

Dinar Fitra Maghiszha
ilustrasi saham di bursa usai kebijakan FCA (freepik)

Kartika menuturkan mekanisme FCA juga rawan menimbulkan manipulasi pergerakan harga saham, terutama dalam fase Order Collection yang ujungnya masuk dalam Order Matching atau fase perjumpaan antara mereka yang beli dan mereka yang jual.

“Kadang-kadang dimanipulasi dengan satu bid yang besar, sehingga IEP-nya naik mentok auto rejection atas (ARA). Nah, sebelum 09:55 (waktu JATS), dicabut, langsung auto rejection bawah (ARB),” kata dia

Hal ini, terangnya, menimbulkan volatilitas sekaligus ketidakpastian terhadap harga suatu saham. “In between that second, dari ARA ke ARB itu 10 persen atas, 10 persen bawah, ada 20 persen volatilty dalam satu menit, itu gimana nggak easy to manipulate,” tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI, Irvan Susandy menegaskan mekanisme call auction merupakan metode perdagangan yang lebih tepat untuk saham yang transaksinya lebih sedikit, sehingga dapat memperbaiki mekanisme price discovery. 

“Sistem ini juga dapat meredam volatilitas perdagangan saham.” ujar Irvan dalam rilis.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Kembali Ditutup Melemah ke 5.643, Nilai Transaksi Tembus Rp15 Triliun

57 tahun lalu

467 Saham Melemah, IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok ke 5.820

57 tahun lalu

IHSG Hari Ini Dibuka di Zona Hijau, 240 Saham Melesat

57 tahun lalu

Status Triliuner Elon Musk Hilang usai Saham SpaceX dan Tesla Anjlok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal