PLTU Suralaya Dimatikan tapi Tak Kurangi Polusi Udara, Ini Kata Erick Thohir

Suparjo Ramalan
PLTU Suralaya milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. (Foto: istimewa)

"Tentu kita mendorong green economy, tadi kita memastikan ketika pembangkit-pembangkit di Jawa dimatikan, tapi kita mendukung, kita harus bersepakat juga solusi listriknya dari mana?," ungkap Erick Thohir. 

Penanganan polusi, lanjut Erick, harus didasarkan pada peta jalan atau blueprint. Pasalnya, Indonesia membutuhkan waktu jangka panjang untuk menyelesaikan persoalan itu. 

Dia mencontohkan, otoritas China dan Brazil membutuhkan waktu 6-10 tahun untuk mengatasi polusi udara di Beijing dan San Paulo. Panjang waktu tersebut pun perlukan pemerintah Indonesia agar bisa menangani polusi di Jakarta. 

"Kita ingin ada percepatan, karena Beijing perlu 6 tahun, San Paulo butuh 10 tahun. Jadi Jakarta tidak mungkin juga 3 bulan ini diselesaikan masalah polusi. polusi ini harus kita lawan bersama-sama, harus ada bener blue print yang menyeluruh untuk menyelesaikan ini sama-sama," tutur Erick. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Pasang Alat Penyemai Uap Air di Sejumlah Gedung Jakarta, Cegah Polusi Udara

57 tahun lalu

PLN Ungkap Masih Ada 4,8 Juta Pelanggan di Sumatra yang Terdampak Listrik Padam Massal

57 tahun lalu

Piala Presiden 2026 Pecah Rekor! 64 Klub dari 38 Provinsi Siap Berebut Panggung Nasional

57 tahun lalu

Kirim Berkas ke FIFA, FFI Optimistis Indonesia Bisa Gelar Piala Dunia Futsal 2028

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal