Perusahaan Pengolahan Logam Korsel Berminat Investasi di RI Senilai Rp9,22 Triliun

Ikhsan Permana SP
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia saat bertemu Executive Chairman & CEO Korea Zinc Choi Yun-beom. (Foto: Dok. Kementerian Investasi/BKPM)

JAKARTA, iNews.id - Perusahaan pengolahan logam non-besi asal Korea Selatan (Korsel) Korea Zinc berminat untuk berinvestasi di Indonesia dalam bentuk kerja sama Joint Venture dengan perusahaan lokal dengan nilai rencana investasi mencapai 600 juta dolar AS atau sekitar Rp9,22 triliun. Rencana investasi tersebut disampaikan oleh Executive Chairman & CEO Korea Zinc Choi Yun-beom kepada Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta.

Bahlil menuturkan, Korea Zinc berencana mendirikan fasilitas smelter nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Indonesia yang dapat menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP) dengan kapasitas 40.000 ton per tahun.

"Dengan keberhasilannya menghasilkan pendapatan 8,7 triliun dolar AS pada 2022, Korea Zinc menyampaikan ketertarikan untuk berkolaborasi dengan Indonesia melalui investasi pengolahan nikel dengan kapasitas 40.000 ton logam nikel per tahun," ucap Bahlil dalam keterangannya dikutip, Sabtu (9/9/2023).

Bahlil menambahkan, hal tersebut menegaskan kembali potensi Indonesia sebagai tujuan investasi strategis di pasar global. 

"Kami berkomitmen mendukung kolaborasi ini demi kemajuan industri berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi nasional," katanya.

Sebagai informasi, Korea Zinc merupakan perusahaan pengolahan logam non-besi yang berkantor pusat di Seoul dan telah beroperasi sejak tahun 1974. 

Perusahaan tersebut memproduksi sekitar 21 jenis logam non-besi yang mendukung industri utama dan berkomitmen pada industri yang keberlanjutan melalui pengembangan energi terbarukan dan baterai sekunder.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
21 jam lalu

Dana Investor Asing Keluar dari Pasar Saham RI Tembus Rp11 Triliun sejak Januari

Nasional
2 hari lalu

164 WNA Bekerja Tanpa RPTKA, Perusahaan di Kalbar Didenda Rp2,17 Miliar

Nasional
4 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Nasional
5 hari lalu

Menperin Ungkap Nilai Investasi Sektor Otomotif Tembus Rp194,22 Triliun, Serap Hampir 100.000 Tenaga Kerja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal