JAKARTA, iNews.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia menerbitkan obligasi global perdana Danantara Investment Management (DIM) senilai 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp26,72 triliun (setara Rp17.280 per dolar AS).
Secara keseluruhan, penerbitan obligasi global perdana Danantara memperoleh permintaan yang sangat besar. Nilai peak orderbook tercatat mencapai sekitar 4,6 miliar dolar AS atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan nilai penerbitan sebesar 1,5 miliar dolar AS. Minat tersebut datang dari investor institusi yang berasal dari Amerika Serikat (AS), Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia.
Investor AS menjadi pembeli terbesar dalam penerbitan obligasi global perdana. Pada seri obligasi tenor 10 tahun, investor asal Negeri Paman Sam menyerap hingga 52 persen dari total alokasi, sementara pada tenor lima tahun porsinya mencapai 38 persen.
Berdasarkan factsheet penerbitan obligasi global Danantara Indonesia, alokasi investor untuk seri 10 tahun didominasi oleh investor Amerika Serikat sebesar 52 persen, disusul investor dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) sebesar 31 persen, serta Asia 17 persen.
Sementara untuk seri lima tahun, investor EMEA menjadi pembeli terbesar dengan porsi 41 persen, diikuti Amerika Serikat 38 persen dan Asia 21 persen.