Pendapatan Naik di Tengah Krisis, Uni Eropa Sepakat Terapkan Pungutan Tambahan ke Perusahaan Energi

Aditya Pratama
Uni Eropa sepakat memberlakukan tindakan darurat untuk membebankan perusahaan energi atas rekor keuntungan mereka. (Foto: Reuters)

"Era bahan bakar fosil murah sudah berakhir, dan semakin cepat kita beralih ke energi terbarukan yang murah, bersih, dan tumbuh sendiri, semakin cepat kita kebal terhadap pemerasan energi Rusia," ujar Timmermans dikutip, Sabtu (1/10/2022).

"Pembatasan pendapatan yang terlalu besar akan membawa solidaritas dari perusahaan energi dengan keuntungan tinggi yang tidak normal kepada pelanggan mereka yang kesulitan," sambungnya.

Awal pekan ini, 15 negara anggota, termasuk Prancis dan Italia, meminta Uni Eropa untuk memberlakukan batasan harga pada tagihan gas untuk memperlambat kenaikan biaya. Keputusan belum diumumkan tentang batas harga.

"Ada kekecewaan besar bahwa dalam proposal yang ada di atas meja, tidak ada tentang harga gas," ujar Menteri Iklim Polandia Anna Moskwa.

Moskwa menambahkan, harga maksimum untuk gas akan didukung oleh mayoritas negara Eropa dan tidak dapat diabaikan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
21 hari lalu

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Eropa yang Pajaki Raksasa Teknologi AS

24 hari lalu

Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun

24 hari lalu

Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa

25 hari lalu

Menkes Ungkap Ada Kesenjangan Tunjangan Dokter Spesialis: di Bone Rp3 Juta, Mahakam Ulu Rp80 Juta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal