Pemerintah Targetkan Bangun Jalan Tol 18.000 Km, Begini Tahapannya

Dani M Dahwilani
Dalam rencana jangka panjang, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol mencapai 18.000 km. (Foto: Istimewa/BPJT)

Direktur Utama PT Delameta Bilano, perusahaan teknologi sistem transportasi berbasis riset dalam negeri, Tri Bayu Wicaksono menuturkan, pembangunan jalan tol terus bergulir di tengah pandemi Covid-19. Saat ini, total panjang tol di Indonesia masih kalah dari negara-negara Asia lain. China misalnya memiliki jalan tol sepanjang 15.000 km.

Dia menuturkan, tol yang sudah masuk tahap persiapan dan sudah digambar mencapai 5.000 km, dan yang sudah dibangun sepanjang 2.000 km. Adapun sisanya masih dalam tahap perencanaan.

"Melihat data tersebut, potensi bisnis sistem pembayaran transportasi sangat besar.  Apalagi, ada bisnis replacement, karena biasanya perangkat harus diganti setelah masa pakai lima tahun," kata Bayu.

Dia menuturkan, bisnis sistem pembayaran transportasi menggeliat sejak mandatori penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol. Ini mendorong operator mencari sistem pembayaran andal yang dapat mendukung operasional. Pada titik ini, perusahaan sistem pembayaran membantu operator menjalankan bisnis secara efisien, mencegah terjadinya fraud, dan memperlancar arus keluar masuk kendaraan.

Bayu menyebutkan, perusahaan menawarkan sistem pembayaran jalan tol yang komplet, mulai dari automatic vehicle classification (AVC), loop vehicle sensor, collecting terminal machine, infra merah, palang atau lane barrier system, electronic toll collection (ETC), CCTV, variable message sign (VMS), hingga plate recognition. Sistem pembayaran Delameta sudah dipasang di 21 ruas tol, seperti Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Balikpapan-Samarinda.

Dia menuturkan, mayoritas perangkat-perangkat tersebut diproduksi sendiri Delameta di pabrik Pulogadung, Jakarta. Kapasitas produksi pabrik itu mencapai 400 unit per tahun.

Sementara kompetitor, lanjut dia, mengimpor dari luar negeri kemudian merangkai perangkat-perangkat itu menjadi sebuah sistem. Di sini perusahaan memiliki keunggulan, lantaran membangun sistem dengan perangkat sendiri.

Bayu menilai, sistem pembayaran transportasi akan naik lebih kencang jika sistem fee base income diterapkan. Sebab, dalam skema ini, operator tidak perlu berinvestasi lagi di sistem pembayaran, melainkan dipasok oleh perusahaan seperti Delameta. Operator tinggal membagi hasil operasional tol dengan perusahaan sistem pembayaran. "Kami sedang menjajaki skema ini dengan beberapa operator tol," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
8 menit lalu

Tak Lagi Putar Jauh, Akses Baru Tol Pattimura di Salatiga Rampung 2027

Nasional
8 hari lalu

Tol Bocimi arah Jakarta Sudah Bisa Dilalui usai Tertutup Longsor

Megapolitan
13 hari lalu

Jasa Marga Perbaiki Jalan Rusak di Tol Jagorawi usai Ban Mobil Pecah Massal

Nasional
23 hari lalu

Purbaya soal Wacana Tarif Jalan Tol Kena PPN: Nanti Saya Cek Lagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal