"Kita bicara mulai dari ranah ekonomi kreatif, tapi tidak terbatas 17 subsektor. Kita tidak sekadar membahas industrinya, tapi sejak dari basisnya. Seperti 10 prinsip kota kreatif serta 11 jurus catha ekadasa untuk pengembangan Ekonomi Kreatif dari potensi budaya lokal. Sehingga kegiatan ICCN yang kolaborasi dengan PKN ini sangat relevan, karena satu di antara basis ekonomi kreatif juga adalah seni dan budaya, selain inovasi, teknologi, dan media,” ujar dia.
Kegiatan lokakarya di Bandung turut dihadiri Humas Ditjen Kebudayaan - Watie Syar’i, Dewan Kurator PKN 2023 dari Gerakan Kalcer untuk Jenama Berdaya - Handoko Hendroyono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandung - Eric M. Attauriq, S. H., serta sambutan dari Wali Kota Banjarmasin - Ibnu Sina, dengan MC dan moderator Dita Saraswati (ADGI).
Serial lokakarya ini juga diisi rangkaian pemaparan serta diskusi bersama para narasumber, seperti Barry Beagan (CEO aplikasi Jagat) mengangkat tentang platform lingkup sosial (social immersive) dengan fitur interaksi keseharian antarteman dan telah dirilis oleh Presiden Joko Widodo.
Lalu, ada Neli Deddy Wahyudi (LaBo, Laswee, PosCo), Rilly Robbi (The Hallway Space Kosambi), Dendy Darman (347 Unkl, Dendy Darman Studio), Adi Panuntun (BCCF), dengan moderator Vinca Rosellinia Natasha (ICCN) dalam sesi Cerita Tentang Cipta Ruang (Place-Making).
Dilanjutkan sesi Cerita Tentang Penjenamaan Kota bersama Aulia Akbar (Branding Ibu Kota Negara IKN Nusantara), Arief Budiman (Yogya Istimewa, Ternate Kota Rempah), Ida Bagus Agung Gunarthawa (Karangasem: The Spirit of Bali), dengan moderator Aldi Abidin (ICCN), yang berlokasi di Pendopo Wali Kota Bandung serta Simpul Space.