Pecah Rekor, Inflasi Sri Lanka Juni 2022 Sentuh 54,6 Persen

Aditya Pratama
Inflasi Sri Lanka menembus 54,6 persen sekaligus mencapai rekor kesembilan berturut-turut pada Juni 2022. (Foto: Reuters)

KOLOMBO, iNews.id - InflasiSri Lanka menembus 54,6 persen sekaligus mencapai rekor kesembilan berturut-turut pada Juni 2022. Kenaikan ini terjadi setelah Dana Moneter Internasional (IMF) meminta negara bangkrut itu untuk mengendalikan korupsi dan harga yang melonjak.

Mengutip Channel News Asia, angka ini merupakan pertama kalinya kenaikan Indeks Harga Konsumen Kolombo (CCPI) melewati batas 50 persen yang penting secara psikologis, menurut departemen sensus dan statistik.

Angka-angka itu muncul beberapa jam setelah IMF mendesak Sri Lanka untuk menahan inflasi yang meningkat dan mengatasi korupsi sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang bermasalah, yang telah dirusak oleh krisis valuta asing.

IMF mengakhiri 10 hari diskusi langsung dengan pihak berwenang Sri Lanka di Kolombo pada hari Kamis, menyusul permintaan negara itu untuk kemungkinan bailout.

CCPI telah menetapkan tertinggi bulanan baru sejak Oktober, ketika inflasi tahun-ke-tahun hanya mencapai 7,6 persen. Pada Mei mencapai 39,1 persen.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

57 tahun lalu

Purbaya soal Kenaikan Harga Pertamax jadi Rp16.250: Dampak ke Inflasi Relatif Minim

57 tahun lalu

Emas Perhiasan Deflasi 3 Bulan Berturut-turut, BPS: Meredam Inflasi

57 tahun lalu

Inflasi Mei 2026 Capai 0,28%, Harga BBM hingga Tiket Pesawat jadi Biang Kerok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal