Pasang 2 Aplikasi, Driver Diperkirakan Rugi karena Merger Grab dan Gojek

Rina Anggraeni
Aplikasi Grab. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - MergerGrab dan Gojek diperkirakan memengaruhi masa depan mitra kedua aplikator, khususnya driver ojek dan mobil online. Pasalnya, selama ini banyak driver yang memiliki dua akun di dua perusahaan tersebut untuk bekerja.

"Madesu (masa depan suram) karena driver bakal dirugikan," ujar Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Rabu (9/12/2020).

Dia menuturkan, perkawinan Grab dan Gojek ini akan membuat keuntungan dua perusahaan tersebut menurun. Pasalnya, keduanya harus membagi rata dalam keuntungannya.

"Buat penumpang pasti happy tapi driver enggak. Karena pendapatanya bakal menurun," katanya.

Karena itu, apabila tidak ada perubahan pada sistem kerja, driver justru akan semakin dirugikan dengan adanya merger Gojek dan Grab. "Saya enggak jamin kalau bergabung bisa kasih kesejahteraan buat driver," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Strategi Grab Indonesia Jemput Peluang Bisnis di Tengah Tekanan Ekonomi Global 2026

57 tahun lalu

Dony Oskaria Ungkap Merger BUMN Karya Molor ke Kuartal IV 2026

57 tahun lalu

Grab Bantah Rumor Tinggalkan Indonesia

57 tahun lalu

Nadiem Pakai Jaket Gojek Bersejarah ke Sidang: Saya Sendiri Dulu yang Desain

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal