Otoritas memandang dinamika dan fluktuasi indeks saat ini sebagai bentuk penyesuaian harga yang lebih berbasis pada nilai intrinsik perusahaan. Kondisi ini merupakan konsekuensi logis dari serangkaian transformasi yang telah dijalankan oleh regulator guna menyehatkan ekosistem pasar modal.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menekankan soal di tengah ramainya sentimen rebalancing MSCI, instrumen investasi dalam negeri dianggap dipenuhi dana segar. OJK mencatat Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pada tahun ini meroket tajam dengan tambahan dana mencapai Rp49,71 triliun atau tumbuh sekitar 6,39 persen.
"Juga berita baiknya adalah bahwa walaupun ada dinamika seperti saat ini, kami melihat perspektif investor meningkat dalam hal confidence untuk masuk ke market yang ditandai dengan penambahan 7 juta investor ritel baru sejak awal tahun (year to date)," ucapnya.
Peningkatan yang ditopang oleh aliran masuk masuk bersih (net subscription) dari kalangan investor ritel ini membawa total akumulasi dana kelolaan secara keseluruhan menembus angka Rp718,44 triliun.
Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa guncangan dari luar tidak menyurutkan minat masyarakat untuk menempatkan dananya di instrumen investasi resmi. Momentum pembenahan aturan main di bursa secara nyata telah melahirkan optimisme yang kuat bagi para pelaku pasar.
"Jadi ini memperlihatkan bahwa reformasi diarahkan untuk memastikan pasar modal Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi market size, tetapi juga kita ke depankan dari aspek fundamental dan integritas," tuturnya.