Negosiasi Perjanjian Nuklir Iran Buntu, Harga Minyak Mentah Meningkat

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah meningkat pada perdagangan, Jumat (23/9/2022) di tengah prospek bahasan perjanjian nuklir Iran yang tidak menemui hasil. (Foto: Reuters)

Diketahui, negosiasi nuklir Iran dengan barat sempat menjadi katalis yang membebani harga minyak, lantaran ekspektasi masuknya kembali persediaan Iran ke pasar dapat membuat stok global meningkat yang pada akhirnya membuat harga menurun. Namun, dengan komentar pejabat AS tersebut membuat prospek kebangkitan minyak mentah Iran terhenti.

Penguatan harga juga terdongkrak oleh keputusan Moskow untuk melanjutkan wajib militer terbesarnya sejak Perang Dunia Kedua, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa eskalasi perang di Ukraina akan terus memperketat pasokan minyak.

Dari daratan Asia, permintaan minyak mentah di China mengalami rebound, setelah sempat turun akibat kebijakan nol-Covid. Kabar ini memberikan dukungan terhadap harga minyak.

Namun demikian, kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 75 basis poin pada Rabu kemarin (21/9/2022), disertai lonjakan bunga di berbagai negara seperti Swiss, Norwegia, hingga Indonesia, diperkirakan dapat membatasi kenaikan harga minyak, mengingat suku bunga yang tinggi dapat memicu perlambatan ekonomi, sekaligus menghantam permintaan minyak.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
15 jam lalu

Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran

5 hari lalu

Tok! Harga Minyak Mentah Indonesia Turun

6 hari lalu

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan

11 hari lalu

Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal