JAKARTA, iNews.id - PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) membukukan laba bersih Rp2,68 triliun di 2022, naik 5,7 persen YoY (year-on-year) dari Rp2,53 triliun di 2021. Adapun, pendapatan bersih Perseroan meningkat 1,2 persen YoY dari Rp17,87 triliun di 2021 menjadi Rp18,08 triliun pada 2022.
Dikonsolidasikannya PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) ke dalam BHIT menjadi pendorong kenaikan pendapatan Perseroan.
Kontributor utama pendapatan BHIT berasal dari iklan non-digital, sebesar 23,3 persen dari total pendapatan konsolidasi, diikuti oleh pertambangan 15,0 persen, TV berbayar dan broadband 14,8 persen, iklan digital 14,0 persen, konten dan IP 9,9 persen, jasa keuangan non-digital 7,0 persen, bank 6,9 persen, lain-lain 5,2 persen, subscription 2,3 persen, dan jasa keuangan digital 1,6 persen.
EBITDA Perseroan menguat 4,3 persen, dari Rp6,4 triliun menjadi Rp6,69 triliun di tahun 2022. Margin EBITDA dan margin laba bersih Perseroan masing-masing tercatat sebesar 37,0 persen dan 14,8 persen, membaik dibandingkan tahun 2021.
Pada tahun 2022, BHIT melakukan perubahan nama dari PT MNC Investama Tbk menjadi PT MNC Asia Holding Tbk. Perubahan nama tersebut dipandang perlu untuk menyesuaikan dengan peningkatan lini bisnis dan mencerminkan perkembangan MNC Group yang kini telah bertransformasi menjadi perusahaan multinasional dengan digitalisasi pada hampir di seluruh lini bisnisnya.