Minyak Goreng Mahal, Ekonom: Salah Pemerintah Terapkan Dua Harga CPO

Iqbal Dwi Purnama
Kelapa sawit untuk bahan dasar CPO. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Ekonom Senior, Faisal Basri, mengatakan harga minyak goreng yang mahal saat ini, merupakan kesalahan pemerintah yang menerapkan kebijakan dua harga CPO.

Menurut dia, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar menerapkan harga CPO yang berbeda, meskipun di produksi di kebun yang sama dan dijual ke negara yang sama.

Faisal Basri menjelaskan, kelangkaan minyak goreng dan tingginya harga minyak goreng ini adalah ulah dari kebijakan dua harga yang berbeda antara kebutuhan CPO untuk biodiesel dan konsumsi/minyak goreng.

"Jadi pemerintah sendiri yang menciptakan, karena pemerintah mengatakan, hai pengusaha CPO kalau kalian jual CPO ke pabrik biodiesel diterapkan harga internasional tidak dipotong pajak ekspor, kalau jual untuk minyak goreng ya harganya 75 dolar AS per barel," kata Faisal Basri, dalam diskusi publik secara virtual, Kamis (7/4/2022).

Kebijakan tersebut, lanjutnya, sangat menguntungkan produsen CPO, sehingga lebih memilih menjual minyak sawit untuk kebutuhan biodiesel daripada untuk minyak goreng. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PT DKI Tetap Hukum Advokat Ariyanto 16 Tahun Penjara, Uang Pengganti Jadi Rp21 Miliar

57 tahun lalu

Satgas Pangan Endus Indikasi Kartel di Balik Harga TBS Sawit Anjlok

57 tahun lalu

Harga TBS Sawit Anjlok Signifikan, 300 Perusahaan bakal Diperiksa

57 tahun lalu

Kelangkaan Makin Parah! HET Minyakita Naik Bikin Konsumen Menjerit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal