Lebih lanjut, Basuki menyampaikan, beberapa investor tertarik untuk membangun berbagai fasilitas pendukung, seperti kesehatan, pendidikan, MICE, hingga perumahan.
"Pertama investasi di sektor pendidikan, terdapat 41 hektare pada zona 1B, terdiri dari perguruan tinggi, sekolah internasional, hingga lembaga riset swasta," ucapnya.
Sementara, untuk pembangunan fasilitas kesehatan ada 29 hektare dan investor berminat untuk pembangunan rumah sakit nasional terpadu dan rumah sakit lainnya.
"Ada invetasi pada sektor perumahan seluas 155 hektare, pada zona 1A dan zona 1B untuk kawasan residensial," tuturnya.
Kemudian, ada juga minat investasi untuk pembangunan fasilitas perkantoran dari MICE masing-masing 14,4 hektare dan 26 hektare di area KIPP.
"Invetasi pada fasilitas perkantoran, jasa, dan komersil seluas 14,4 hektare meliputi areal perkantoran BMN, ritel, outlet dan department store, investasi pada area MICE seluas 26 hektare di KIPP, pada area kepadatan tinggi dan pada area kepadatan sedang," ujarnya.