Kesan positif itu membuatnya kembali membeli Cangcomak. Bahkan, camilan tersebut kini menjadi salah satu menu pelengkap sarapan yang rutin dia konsumsi.
"Ternyata cocok dimakan buat sarapan. Saya biasanya sarapan pakai yoghurt, dicampur sama yoghurt tuh enak. Terus pernah juga coba dicampur sama susu, enak. Bahkan digado juga enak. Jadi puas sih selama ini, oke banget. Rasanya enak, cokelatnya light, dan sehat juga kayaknya ya karena kacang," ujarnya.
Pengalaman itu pula yang mendorong Tania merekomendasikan Cangcomak kepada orang-orang di sekitarnya. Dia bahkan beberapa kali membawa produk tersebut ke kantor agar rekan-rekannya ikut mencicipi.
"Sudah, aku sudah rekomendasiin, dibawa ke kantor mereka coba katanya enak. Ya sudah aku kasih akun TikTok-nya," katanya.
Perjalanan sukses Cangcomak mencerminkan bagaimana intervensi Rumah BUMN BRI mampu mengubah peta bisnis pelaku usaha mikro. Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan kehadiran Rumah BUMN berperan krusial dalam menjembatani para pelaku usaha untuk naik kelas melalui peningkatan kompetensi, perluasan jaringan, dan pembukaan akses pasar baru.
Langkah ini, lanjut Dhanny, merupakan wujud nyata BRI dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Untuk merealisasikannya, BRI kini telah membina 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia dengan total pelaksanaan pelatihan mencapai lebih dari 18.218 sesi guna mengasah daya saing UMKM.
"Pemberdayaan yang terarah dan integrasi teknologi digital menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan. Sangat membanggakan melihat para pengusaha kecil yang dulunya hanya mengandalkan penjualan lokal, sekarang bisa berselancar di pasar online hingga menembus pasar ekspor," ujar Dhanny.