Salah satu kampus Kemenperin, yakni Politeknik ATI Padang menjadi Penanggung Jawab Teknis (PJT) kegiatan pelatihan tersebut. Tidak hanya pelaksanaan pelatihan saja yang dilakukan di Politeknik ATI Padang, namun tenaga pengajar atau instruktur pelatihan juga merupakan dosen Politeknik ATI Padang.
“Melalui program pelatihan kita dapat berbagi kepada negara-negara sahabat, keberhasilan politeknik Kemenperin dalam menghasilkan SDM industri yang kompeten dan membawa kemajuan industri, diharapkan ilmu dan pengalamannya, bisa juga membantu dan memberi manfaat bagi sahabat-sahabat kita di negara lain,” kata Kepala BPSDMI Masrokhan saat menyambut para peserta pelatihan pada Senin (20/5/2024) di Padang.
Pelatihan ini merupakan kerja sama antara BPSDMI dengan LDKPI Kemenkeu, Non-Aligned Movement Centre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), Direktorat Amerika dan Eropa, serta Direktorat Kerja Sama Pembangunan Internasional (KSPI) Kementerian Luar Negeri.
Dilaksanakan selama dua minggu dari 21 Mei hingga 4 Juni 2024, pelatihan ini diikuti oleh 19 peserta yang berasal dari negara-negara di Kawasan Karibia, yaitu Barbados, Cuba, Grenada, Guyana, The Bahamas, Suriname, St. Lucia, St. Vincent and the Grenadines, serta St. Kitts and Nevis.
“Program ini adalah bentuk komitmen Kementerian Perindustrian dalam mengembangkan industri nasional melalui penyediaan SDM industri yang kompeten dan sekaligus berbagi pengalaman dan kemampuan kepada negara sahabat dalam memperkuat peran Indonesia di kancah global,” tutur Masrokhan.