“Saya punya tips 5 MU agar kita bisa sukses berusaha di era digital pertama Murah, Mudah, Multiguna, Multidevice, dan multiuser,” kata pria yang akrab disapa Kang Ady.
Sementara itu, Bong yang bergerak di bidang jasa pengiriman uang bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) membagi tips bahwa memulai bisnis teknologi tidak harus dimulai dengan modal besar. “Tebak berapa modal saat saya melalui usaha? Modal awal saya, cukup hanya dengan meluangkan waktu satu jam, jalanin bisnis di bidang teknologi gak harus berpikir rumit bikin aplikasi dulu, cukup apa yang kita bisa dan yang ada dulu yang penting niat,” ujarrnya.
Lenny, pelaku UMKM dari Kampar, Riau yang hadir mengikuti talkshow dengan antusias mengaku senang bisa dilibatkan dalam event yang diadakan Bank Mandiri tersebut.
“Terima kash kepada Bank Mandiri yang sudah memfasilitasi UMKM dari daerah seperti kami untuk maju dan berkembang. Kami diberikan pelatihan-pelatihan dari segi manajemen, pengolahan produk, dan pemasarannya. Mudah-mudahan ke depan kami bisa naik kelas, lebih maju lagi, dan bisa ekspor,” tutur Lenny. Lenny yang merupakan pelaku UMKM yang bergerak dalam pengolahan madu SNI merupakan satu dari 15 peserta Urban Fest yang terpilih untuk menjadi salah satu tenant yang mengisi booth WMM Fest.
Bank Mandiri terus berkomitmen turut mebangun wirausaha di Indonesia untuk terus kuat, maju, dan berkembang. “Kita jadikan mereka naik kelas melalui pelatihan, pembinaan, akses pameran, expo seperti WMM Fest seperti ini sebagai sarana promosi secara gratis. Tentunya mereka akan mendapatkan omzet, meningkatkan penjualan dan Bank Mandiri komit untuk hadir, serta siap dengan segala layanan keuangannya,” ucapnya Diwangkoro.