Mandek 8 Tahun, Pemerintah Dorong Pembangunan Depo Minyak Rp12 triliun

Antara
Pemerintah mendorong Sinopec Group segera merealisasikan pembangunan depo minyak senilai Rp12 triliun di Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Ekbis

Proyek depo minyak di Batam ini rencananya akan menghabiskan biaya investasi sebesar 841 juta dolar As atau lebih dari Rp 12,19 triliun (asumsi kurs Rp 14.509 per dolar).

Dia menyebutkan Kemenko Perekonomian serta BP Batam bertindak sebagai mediator dari kedua perusahaan. Intinya Kemenko akan terus mengawal proses persiapan hingga pembangunan fisik sehingga dapat segera terlaksana.

Menurut Suswijiono, proyek ini sangat penting untuk mewujudkan ketahanan energi nasional serta sebagai pendongkrak perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

Kemenko Bidang Perekonomian berharap percepatan pembangunan proyek depo minyak akan menggerakkan aktivitas ekonomi di Batam dan sekitarnya. Ketersediaan lapangan kerja dari proyek ini juga akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Riau.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pertamina Kerja Sama dengan Halliburton, Dukung Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas

57 tahun lalu

Pimpin Sidang Debottlenecking, Purbaya Marah Bahas Konflik Lahan di Batam

57 tahun lalu

PURI Sambut Kunjungan BP Batam, Tegaskan Komitmen Pengembangan Proyek Strategis

57 tahun lalu

Mangkrak 26 Tahun, Blok Masela Ditargetkan Mulai Produksi di 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal