Sayangnya, aplikasi tersebut harus ditutup karena bermasalah dengan American Online (AOL) dalam hal hak paten. Meskipun demikian, Ma Huateng yang tak mau menyerah dan kembali mendirikan aplikasi pesan instan bernama QQ pada tahun 2000. Sama dengan aplikasi sebelumnya, QQ langsung digandrungi di Cina tak lama setelah dirilis. Pasalnya, QQ tak hanya menyediakan layanan pesan instan, tetapi juga game online.
Kesuksesan QQ ini menginspirasi Ma Huateng mendirikan aplikasi mengirim pesan WeChat pada tahun 2011. WeChat hadir sebagai aplikasi yang multifungsi dengan beragam fitur, seperti mengirim pesan, bermain game, kencan, mengirim uang, dan belanja.
Tak butuh waktu lama, WeChat langsung meraup 1 miliar pengguna setiap bulannya setelah diluncurkan. Aplikasi ini juga begitu digandrungi tak hanya di Cina, tetapi juga di sejumlah negara lain termasuk Indonesia.
Semakin berkembang pesat, perusahaan yang didirikan oleh Ma Huateng ini pun melebarkan sayap ke berbagai bidang bisnis teknologi lainnya. Kini, Tencent Group memiliki produk layanan cloud, kecerdasan buatan, dan masih banyak lagi.