Pada kesempatan yang sama, Luhut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada AS atas pembebasan dana Pertamina sebesar 300 juta dolar AS yang sempat mengendap di Venezuela.
“Kita sebelumnya mengalami kendala karena permasalahan antara AS dan Venezuela, yang menyebabkan dana Pertamina tertahan selama hampir 3-4 tahun, dan Amerika Serikat telah membantu menyelesaikan hal tersebut,” ucapnya.
Luhut menuturkan, bantuan ini menandakan hubungan baik dan kepercayaan yang kuat antara Indonesia dan AS, yang membuka jalan untuk kerja sama lebih lanjut di masa depan.
Lalu, Luhut juga menerima telepon dari Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dimana dirinya menyampaikan rasa apresiasi dan kebahagiaan Presiden Xi Jinping atas peresmian Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung beberapa waktu yang lalu. Selain itu, Luhut juga menyampaikan kegembiraannya atas peresmian Kereta Cepat Whoosh yang saat ini begitu ramai digandrungi masyarakat.
"Rata-rata penumpang harian Kereta Cepat Whoosh saat ini mencapai hingga 18.000, dengan peningkatan jadwal perjalanan sejalan dengan bertambahnya minat masyarakat menggunakan kereta cepat." tuturnya.