Menurut Ganjar, usai melakukan lawatan ke berbagai daerah pada masa kampanye ini, pandemi Covid-19 serta bencana yang terjadi di Indonesia membawa dampak kepada sulitnya akses permodalan bagi nelayan.
Alhasil, mereka mencoba mencari sumber lain seperti meminjam dari bank untuk memenuhi kebutuhan menangkap ikan.
"Dari setiap kita ketemu nelayan pasti mereka ada problem belum terselesaikan, tadi satu terkait bagaimana agar produktivitas nelayan jadi lebih tinggi terkadang nelayan kecil itu butuh bantuan mesin tempel alat tangkap biasanya jaring dan sebagainya, dan berikutnya tentu akses permodalan," tutur Ganjar
"Namun demikian beberapa mereka terkendala ketika terjadi bencana, ada pandemi, ada bencana alam dan sebagainya, banyak KUR mereka yang ternyata macet," kata dia.
Nilai kredit macet nelayan, kata Ganjar, diproyeksikan jumlahnya tidak terlalu banyak dan penghapusan kredit macet tersebut tidak akan membebani keuangan negara.