Kritik Kenaikan UMP 2024, Ekonom: Terlalu Kecil dan Sangat Mengecewakan

Michelle Natalia
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira. (Foto: dok. pri).

JAKARTA, iNews.id - Ekonom sekaligus Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira, mengkritik kenaikan Upah Minimum Provinsi Tahun 2024 (UMP 2024) yang telah diumumkan serentak oleh berbagai daerah pada Selasa (21/11/2023). 

Menurut Bhima, angka kenaikan UMP 2024 terlalu kecil dan sangat mengecewakan. Pasalnya, kenaikan UMP 2024 tidak sebanding dengan kondisi ekonomi di mana inflasi meningkat akibat kenaikan harga barang.  

Bhima pun menilai, kecilnya kenaikan UMP 2024 akan membatasi daya beli masyarakat, sehingga dapat mengancam pertumbuhan ekonomi di tahun 2024. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menembus angka 5 persen tahun depan. 

"UMP 2024 dengan kenaikan yang terlalu rendah bisa mengancam pertumbuhan ekonomi tahun depan. Sulit ya bisa tumbuh 5 persen tahun depan dengan stimulus upah yang terlalu rendah," ungkap Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (22/11/2023).

Bhima mengungkapkan, idealnya diatas 10 persen melihat tekanan inflasi pangan yang cukup berisiko menggerus daya beli. Inflasi bahan pangan masih tinggi dan diperkirakan tahun depan inflasi pangan yang tinggi berlanjut. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Kucurkan Stimulus Ekonomi Rp26,34 Triliun di Semester II 2026, Ini Daftarnya

57 tahun lalu

Ekonomi RI Kuartal II 2026 Diproyeksi Menguat, Purbaya: Kita Sudah Lewati Masa Ujian Itu

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Ambles ke Rp17.843 per Dolar AS

57 tahun lalu

Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Lebih Optimal, Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal