Krisis Properti China Jadi Ancaman Baru Pertumbuhan Ekonomi Global, Ini Dampaknya Bagi Negara Berkembang

Iqbal Dwi Purnama
Tembok China. (Foto: Reuters)

“Tekanan akut yang dialami pasar saat ini adalah akibat langsung dari pembatasan pinjaman yang sangat ketat kepada pengembang yang diberlakukan sekitar satu setengah tahun yang lalu.” kata Gabriel dikutip AlJazeera, Kamis (6/10/2022).

Melalui kebijakan "tiga garis merah" pengembang diharuskan untuk memenuhi penanda kesehatan keuangan yang ketat, termasuk batas 100 persen pada utang bersih terhadap ekuitas, untuk meminjam dari bank dan lembaga keuangan lainnya.

Ternyata, banyak pengembang telah beroperasi jauh di luar "tiga garis merah" dan dibebani dengan utang yang sangat besar. Tiba-tiba tidak dapat meminjam di bawah aturan baru, maka muncul krisis keuangan.

Kepala Ekonom Asia Pasifik Natixis Hong Kong, Alicia García-Herrero, menjelaskan sektor properti menjadi penyumbang hingga 30 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) China. 

Besarnya ekonomi China bahkan menjadi penyumbang seperlima dari PDB Global. Artinya, perekonomian China yang terhambat akibat sektor properti yang lesu akan berdampak serius pada pertumbuhan ekonomi global.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
15 hari lalu

Purbaya Optimistis Defisit APBN 2026 Terjaga di 2,85 Persen, Ini Faktornya

18 hari lalu

Kontribusi Ekonomi Jakarta ke PDB Nasional Naik Jadi 16,67 Persen, Pramono: Fondasi Semakin Kuat

24 hari lalu

Purbaya Siapkan Kredit Bunga 4 Persen untuk UKM Eksportir, Dorong Pertumbuhan Ekonomi

26 hari lalu

AHY Pimpin Rakor Kebandarudaraan, Siapkan Transformasi Bandara Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal