KLHK Ungkap Alasan Harta Karun Migas di Papua Belum Bisa Dieksplorasi

Atikah Umiyani
Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan alasan eksplorasi migas di Blok Warim, Papua, saat ini belum bisa dilakukan. (Foto: Ilustrasi/Reuters)

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, meski hanya 9 persen, area cekungan yang tumpang tindih dengan kawasan konversi, namun pihaknya tengah melakukan kajian lanjutan terkait potensi di area tersebut. 

"Blok Warim itu hanya 9 persen areanya yang overlap. Oleh karena itu saat ini sedang studi bagaimana upaya untuk bisa mendapatkan data yang lebih akurat mengenai potensi warim itu," kata Dwi saat konferensi pers kinerja hulu migas semester I 2023, Selasa (19/7/2023).

Dengan begitu, sambung Dwi, mayoritas area Cekungan Warim sejatinya masih bisa dikelola. Namun, Dwi mengakui pihaknya belum bisa memberikan informasi lanjutan karena masalah keamanan di lapangan membuat kajian berlangsung lama.

"Kita masih memikirkan di luar yang overlap, waktu itu sudah dapat data juga tapi belum akurat di tahun lalu seismik, tapi menggunakan kapal terbang karena kondisi di lapangan yang sulit," tuturnya.

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, Cekungan Warim mengandung potensi cadangan minyak yang sangat besar mencapai 25,96 miliar barel minyak dan potensi cadangan gas bumi sebesar 47,37 triliun cubic feet (TCF).

SKK Migas sedang meminta restu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi potensi cadangan migas raksasa di Cekungan Warim, Papua. Penemuan harta karun migas tersebut terjadi sebelum penentuan status taman nasional.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Produksi Energi, Bahlil Tawarkan 118 Wilayah Kerja Migas Baru ke Investor 

57 tahun lalu

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Presiden KSPSI: Saya Sudah Tahu Sejak 8 Hari Lalu

57 tahun lalu

Profil Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh Dipercaya Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup

57 tahun lalu

Breaking News: Prabowo Lantik Jumhur Hidayat Jadi Menteri Lingkungan Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal