Secara bertahap, domba yang ia beri makan rumput gajah dan rumput odot ditambah sedikit konsentrat perlahan mulai beranak-pinak. Tak ragu, ia kemudian menambah kembali jumlah dombanya hingga 130 ekor.
Selama kurun waktu enam bulan Nanang merawat dan memberi makan sendiri. Satu orang pekerja ia rekrut untuk membantunya mengurusi domba secara harian, setelah pulang mengikuti pelatihan.
"Saya rekrut pekerja, saya kasih tahu caranya, dia saya ikutkan juga pelatihan. Jadi itu hanya butuh 1 orang, bahkan nanti kalau nambah 250 ekor lagi itu, itu hanya butuh 1 orang lagi untuk harian, beda lagi kalau pas panen rumput," terangnya.
Saat ini fokus Nanang masih dalam tahapan breeding domba, dan ke depan akan mengembangkan fattening atau penggemukan. Ia mengakui bahwa domba yang berusia sekitar enam bulan miliknya siap untuk dijual, meskipun terkadang memakan waktu hingga satu bulan.
Kendati proses pembiakan domba membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendapatkan keuntungan, Nanang membidik balik modal sekitar 2 hingga 2,5 tahun. Seiring waktu, Nanang memproyeksikan dombanya akan bertambah menjadi 315 ekor.