Dari kejadian itu, Blakely berkesempatan untuk mempraktikkan ide itu. Dia diundang ke sebuah pesta dan memutuskan untuk mengenakan celana putih yang biasa dipakai karena memperlihatkan garis celana dalam. Dia mengambil sepasang pantyhose, namun pertama-tama, dia mengambil gunting dan membuatnya tanpa kaki.
Lalu, Blakely mengembangkan idenya tersebut untuk menjadi sebuah produk. Dengan modal sebesar 5.000 dolar AS setara Rp76,88 juta dari berjualan mesin faks dia gunakan untuk berpergian ke berbagai pabrik pakaian di Carolina Utara. Sebelum menginjak usia 30 tahun, Sara membuat prototipe cikal bakal Spanx.
Berkat kegigihannya, Sara Blakely berhasil mengembangkan Spanx menjadi raksasa shapewear. Diperkirakan dari usahanya itu bisa menghasilkan lebih dari 400 juta dolar AS atau setara Rp6,15 triliun setiap tahun.
Dalam membangun bisnisnya, Blakely tidak memiliki latar belakang dalam dunia desain, bisnis atau manufaktur. Dia hanya memiliki kecerdasan dalam pemasaran yang didapat saat berkerja sebagai sales.
Blakely membuat model produknya sendiri dan mengadakan pertemuan dengan toko dan pembeli. Dia turut menghubungi sejumlah wartawan untuk meliputnya.