Dalam merintis usahanya, Ortega mengembangkan tren mode bersama keluarganya. Saudara laki-lakinya, Antonio berperan memimpin urusan komersial. Kemudian, saudara perempuannya, Josefa bertanggung jawab atas pembukuan. Lalu, calon istrinya, Rosalía Mera Goyenechea (dan kemudian menjadi istri) berperan sebagai mitra bisnis.
Ortega membuka gerai Zara pertama pada tahun 1975 di La Coruna, Spanyol. Saat awal merintis, dia menamainya dengan Zorba, diambil dari film klasik Zorba the Greek. Tak lama setelah mengetahui ada bar dengan nama yang sama di dekat gerainya, Ortega mengubah Zorba menjadi Zara.
Gerai Zara menjual berbagai produk pakaian yang memiliki kemiripan dengan brand kelas atas pada saat itu. Meski begitu, Zara menjual produknya dengan harga yang relatif lebih murah dibanding pesaingnya.
Pada medio 1980-an, Ortega mengubah proses perancangan, produksi hingga distribusi Zara untuk ikut bersaing dengan tren yang sedang populer.
Salah satu kunci kesuksesan Zara dan perusahaan induknya, Inditex karena satu pengetahuan khusus. Di saat toko-toko toko membutuhkan waktu lama untuk fesyen yang mereka inginkan, mereka tak sadar jika pembeli mereka menginginkan sesuatu yang berbeda. Hal ini yang membuat Ortega memutuskan mempersingkat waktu tersebut dan mendengarkan keinginan pelanggan.