Sebagai anak tunggal, Field sudah menunjukkan bakat sebagai jagoan teknologi masa depan di usia muda. Ayahnya mengamati dia mulai 'sedikit aneh' dan memperhatikan dia sudah menyelesaikan masalah aljabar di usia enam tahun.
Sang Ayah begitu ingat bahwa Field pernah bosan di sekolah menengah sehingga dia bergaul dengan petugas kebersihan yang ternyata ahli matematika.
Semasa kecil, Dylan Field juga sebenarnya sangat menyukai dunia akting. Dia pernah tampil dalam drama lokal serta pernah muncul di iklan televisi eToys dan Windows XP yang mengawali kariernya di dunia teknologi.
Singkat cerita, Dylan Field dan Evan Wallace bertemu saat belajar ilmu komputer di Brown University dan memutuskan untuk memulai sebuah perusahaan bersama.
Dylan Field diketahui mengambil Beasiswa Thiel. Namun, dia memutuskan keluar atau drop out (DO) dari perguruan tinggi pada 2012 untuk membangun usaha yang kini berdiri dengan nama Figma. Dylan Field dan Evan Wallace membutuhkan waktu empat tahun untuk meluncurkan versi publik pertama dari papan sketsa virtual mereka untuk para desainer.