Untuk segmen menengah, komersial dan korporasi, BRI terus memperkuat layanan transaction banking BRI untuk kebutuhan cash management dan transaksi end-to-end melalui Qlola. Per Desember 2025, pengguna aktif Qlola mencapai 113,0 ribu atau tumbuh 48,1 persen YoY, sejalan dengan sales volume yang meningkat 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.
Selain itu, Perseroan juga terus memperluas akseptasi pembayaran di merchant. Hal tersebut berdampak kepada volume penjualan merchant naik 48,1 persen yoy menjadi Rp223,2 triliun.
"Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama, sales volume naik 100 persen yoy menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5 persen yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi,” ucapnya.
Hery menambahkan, BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital hingga peningkatan layanan business merchant untuk mendukung pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.
“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite yang sedang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Peningkatan transaksi di channel digital dan ekosistem pembayaran terbukti memperkuat basis dana giro dan tabungan, sehingga porsi CASA terjaga tinggi dan biaya dana membaik. Dana Pihak Ketiga tumbuh 7,4 persen YoY menjadi Rp1.467 triliun dengan rasio CASA 70,6 persen, serta cost of fund DPK membaik menjadi 2,9 persen dibanding 3,1 persen pada akhir 2024.