"Pertama posisi KPI sebagai pemimpin di industri kilang Indonesia, dimana KPI memproduksi sekitar 1 juta barrel/hari produk BBM dan Non-BBM, dan terintegrasi dengan plant petrokimia," tuturnya.
KPI sendiri merupakan perusahaan yang membawahi 6 unit operasi kilang serta anak usaha kilang termasuk PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan PT Pertamina Rosneft Pengolahan & Petrokimia (PT PRP&P) dan PT Tuban Petrochemical Industries.
Keunggulan kedua, lanjut Isnanto, terkait dengan kemampuan KPI mengadaptasi serta menguasai teknologi baru.
"Contohnya adalah teknologi co-processingBiofeedstock di kilang kami yang penting untuk produksi Biofuel, atau energi bersih,” ucap Isnanto.
Selanjutnya adalah potensi pasar di Indonesia. Dengan sinergi Pertamina Group, KPI menurut Isnanto memiliki market share yang besar di Indonesia. Hal lain yang ditekankan oleh Isnanto adalah keunggulan manajemen Environmental, Social, and Governance (ESG) dari KPI.