Kementerian BUMN Sebut Belum Ada Angka Pasti Pembengkakan Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Suparjo Ramalan
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

Manajemen KAI mencatat, perubahan angka terjadi setelah adanya perubahan biaya, harga, hingga penundaan proyek karena perkara pembebasan lahan. Karena itu, perkiraan konsorsium Indonesia atau PSBI bahwa anggaran KCJB berada di dalam skenario low and high. 

Untuk skenario low diperkirakan mencapai 9,9 miliar dolar AS, dan skenario high sekitar 11 miliar dolar AS. Artinya, cost overrun yang terjadi dengan skenario tersebut adalah sekitar 3,8 miliar dolar AS hingga 4,9 miliar dolar AS.

Arya juga Arya memastikan, audit BPKP akan diselesaikan pada Desember 2021. Hasil penelusuran lembaga auditor internal negara pun menjadi penentu berapa besar dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan mega-proyek di sektor transportasi tersebut.

Sebab, pemerintah telah menyetujui penyelesaian proyek KCJB akan menggunakan anggaran APBN. Putusan itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Beleid tersebut merevisi sejumlah ketentuan, termasuk pembiayaan pembangunan KCJB yang sebelumnya tidak diperbolehkan menggunakan APBN.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Isi Lengkapnya

57 tahun lalu

Sambut Musim Haji 2026, Kereta Cepat Haramain Siapkan 2,2 Juta Kursi

57 tahun lalu

WOSPAC Barcelona Resmi Hadir di Indonesia, Jalan Talenta Muda Menuju Eropa

57 tahun lalu

Viral Penumpang Tahan Pintu Kereta Whoosh, KCIC Buka Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal